PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) menggelar kegiatan site visit selama dua hari pada 19–20 Mei 2026 untuk memperlihatkan langsung fasilitas produksi di Gunungkidul dan Wonogiri kepada para analis pasar modal dari perusahaan sekuritas, termasuk SF Sekuritas.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Analyst Meeting WMUU yang sebelumnya diselenggarakan pada 11 Mei 2026 di Cilangkap, Jakarta Timur.
Selama kunjungan, peserta meninjau beberapa fasilitas utama WMUU, mulai dari Breeding Farm, Hatchery, hingga Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU). Melalui kegiatan ini, para analis dapat melihat langsung rantai bisnis WMUU yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk proses produksi dan sistem operasional perusahaan.
Meninjau Breeding Farm WMUU
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Breeding Farm milik WMUU di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Farm General Manager WMUU, Hanan, beserta tim operasional. Direktur WMUU, Tri Mahawijaya, turut hadir mendampingi jalannya kunjungan.
Sebelum memasuki area farm, seluruh peserta diwajibkan mengikuti prosedur standar operasional perusahaan dengan mengganti pakaian menggunakan perlengkapan yang telah disediakan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga standar higienitas dan biosecurity di area peternakan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama manajemen WMUU. Para analis tampak aktif menggali informasi terkait proses produksi, pengelolaan farm, hingga industri unggas secara umum.
Usai sesi diskusi, peserta kembali diwajibkan mandi dan mengganti pakaian sebelum memasuki area farm secara langsung. Menurut pihak perusahaan, prosedur tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kualitas fasilitas breeding farm.
Dalam sesi peninjauan lapangan, Hanan menjelaskan alur perkembangan produk unggas WMUU mulai dari GPS (Grand Parent Stock), PS (Parent Stock), hingga FS (Final Stock). Penjelasan tersebut memberikan gambaran mengenai sistem produksi terintegrasi yang dijalankan perusahaan.
Melihat Proses Hatchery hingga Distribusi
Setelah mengunjungi breeding farm, rombongan melanjutkan perjalanan menuju fasilitas Hatchery yang masih berada di kawasan yang sama.
Di lokasi ini, peserta disambut oleh Sunarwan selaku Head of Hatchery bersama tim operasional.
Kegiatan kembali diawali dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para analis. Dalam pemaparannya, Sunarwan menjelaskan proses produksi DOC (Day Old Chick) mulai dari seleksi pada telur, pengeraman dan penetasan dengan teknologi, hingga quality control demi menjamin kualitas DOC yang optimal.
Baca juga: Investasi Saham Tak Hanya untuk Orang Kaya Saja
Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai proses produksi DOC serta alur distribusi yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok bisnis unggas WMUU.
Mengunjungi RPHU Terbesar di Asia Tenggara
Pada hari kedua, rombongan melanjutkan site visit menuju fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) WMUU di Wonogiri, Jawa Tengah, yang disebut sebagai salah satu fasilitas pemrosesan unggas terbesar di Asia Tenggara.
Kedatangan peserta disambut oleh Bertha selaku Head of Slaughterhouse. Direksi WMUU, Tri Mahawijaya dan Andi Susilo, juga turut hadir dalam kunjungan tersebut.
Sebelum memasuki area produksi, peserta kembali mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama manajemen. Setelah itu, seluruh peserta diwajibkan mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai SOP perusahaan sebelum memasuki area RPHU.
Di area produksi, terlihat ratusan karyawan tengah melakukan berbagai proses pengolahan, mulai dari pemotongan, pengerjaan cut up, pengerjaan boneless, hingga pengemasan produk dengan standar operasional yang ketat.
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa fasilitas RPHU tersebut mempekerjakan sekitar 900 karyawan dan didukung teknologi modern untuk menunjang efisiensi produksi. Peserta juga diperlihatkan proses pengolahan mulai dari ayam hidup hingga menjadi berbagai produk yang siap distribusi ke pasar.
Produk karkas WMUU dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien, mulai dari produk boneless, potongan khusus, hingga daging yang sudah dimarinasi. Proses pengemasan juga telah didukung teknologi otomatis.
Sepanjang kunjungan berlangsung, para analis aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait kapasitas produksi, efisiensi operasional, hingga pengembangan bisnis perusahaan.
Kegiatan site visit kemudian ditutup dengan sesi diskusi lanjutan bersama manajemen WMUU setelah seluruh rangkaian kunjungan lapangan selesai dilakukan.Melalui kunjungan ini, WMUU berharap para analis dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kekuatan operasional dan potensi bisnis perseroan di industri unggas nasional. FR/FS
